Hai sobat cerdas!
Kali ini kita akan mengulas mengenai buruknya perilaku kecenderungan terhadap media sosial dengan narasumber pakar media sosial asal Kanada yang bernama Bailey Parnell. Di kanal youtube TEDx Talks, Bailey Parnell menjadi pembicara dengan judul pembahasan “Is Social Media Hurting Your Mental Health?” yang dipublikasikan pada tanggal 23 Juni 2017 silam.
Bailey Parnell adalah pembicara publik yang sering tampil di depan lebih dari 10 ribu orang. Maka tak heran jika pembawaannya sangat tenang dan penguasaan materi yang sangat baik saat tampil di muka umum.
Dengan kemampuan public speaking yang mumpuni, Bailey Parnell mampu membuat audience terfokus dengan pemahasan yang dibawanya dan mendapatkan respon yang baik pula dari para penonton.
Intonasi dan teknik vokal yang digunakan pun sangat nyaman untuk didengar. Gesture tubuhnya menunjukan powerfull energy ketika ia menyampaikan materi sesuai bidang yang digelutinya.
Dalam video tersebut beliau mengungkapkan bahwa berdasarkan penelitan dari pusat kesehatan mental di Kanada telah ditemukan 3 diagnosa terbanyak yang dialami para mahasiswa, yakni anxiety (gangguan kecemasan), depression (depresi), dan stress (stres).
Hal ini tentu berkaitan dengan penyebab stres yang paling umum terjadi di media sosial, sebagai berikut:
1. Highlight Reel
Media sosial adalah kumparan sorotan pribadi kita. Media sosial adalah tempat dimana kita menaruh kemenangan ketika kita terlihat bahagia. Tetapi kita tetap saja bergumul oleh kegelisahan karena selalu membandingkan kehidupan dengan orang lain secara konstan.
2. Social Currency
Valuta adalah sesuatu yang kita gunakan untuk melengkapi nilai terhadap barang atau jasa. Di media sosial terdapat ‘like’, ‘comment’, dan ‘share’ yang sudah menjadi valuta sosial. Seperti layaknya di media sosial kita adalah produknya. Kita membiarkan orang lain menilai gaya hidup kita, sehingga kita terbiasa mengikat harga diri dengan apa yang orang lain pikirkan terhadap diri kita.
3. Fear Of Missing Out (F.O.M.O)
F.O.M.O adalah gangguan kecemasan sosial dari ketakutan kita terhadap ketertinggalan koneksivitas. Penelitian dari Universitas Kanada menemukan bahwa 7 dari 10 mahasiswa mengatakan mereka akan menghilangkan akun sosial mereka, jika mereka tidak takut tertinggal dari lingkaran kehidupan di media sosial.
4. Online Harassment
40% dari orang dewasa yang menggunakan media sosial sudah mengalami pelecehan online. 73% sudah menyaksikannya. Dan kenyataan yang disayangkan adalah akan jauh lebih buruk jika kamu adalah seorang wanita, LGBTQ, orang yang kulitnya bewarna, muslim, dsb.
Beliau memaparkan bahwa, “tidak menggunakan media sosial bukanlah sebuah opsi saat ini, namun kamu bisa mempraktikkan penggunaan media sosial yang sehat”. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menyadari sebuah masalah dalam hidupmu, periksa penggunaan media sosial kamu, ciptakanlah pengalaman online yang lebih baik dan teladanilah perilaku baik dalam media sosial.
“Ketika kita membicarakan tentang sisi gelap media sosial, sesungguhnya yang kita bicarakan adalah sisi gelap manusia itu sendiri”, ungkap Bailey Parnell.
Pelajaran yang dapat kita ambil adalah kita perlu mawas diri terhadap kecenderungan kita dengan media sosial yang mungkin saja menjadi penghalang bagi kehidupan kita. Jika kita lalai akan hal ini, maka akan berpotensi untuk menjadi sebuah isu masalah mental yang lebih serius.
“Micro moments over time become a macro problem” – Bailey Parnell

Komentar
Posting Komentar